Ditanya Soal SK, Wakil Rektor III dan Dema Saling Lempar Tanggung Jawab

0
170
Wakil Rektor III, Suparman saat dimintai keterangan mengenai orsenik, Rabu malam, (28/09/2016) (dok. Adib)

Wakil Rektor III, Suparman saat dimintai keterangan mengenai orsenik, Rabu malam, (28/09/2016) (dok. Adib)
Wakil Rektor III, Suparman saat dimintai keterangan mengenai orsenik, Rabu malam, (28/09/2016) (dok. Adib)

JUSTISIA.COM Perhelatan Orsenik tahun 2016 mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Persoalan pencairan dana latihan yang menggunakan kocek pribadi hingga legalitas Panitia Orsenik 2016.

Legallitas panitia orsenik diperlukan surat keputusan (SK) sebagai bukti hitam di atas putih yang disetujui oleh pihak kemahasiswaan.

“Tekait SK Panitia Orsenik sudah kami serahkan ke kampus karena ini merupakan agenda kampus. SK sudah ada di pihak kemahasiswaan yang akan digabungkan dengan pihak birokrasi baik dari fakultas, ukm, dan universitas. Kami hanya mengajukan ke rektorat,” jawab Ketua Dema, Rizki Prasetya ketika menggelar konferensi pers di Gedung Serba Guna, Rabu malam, (28/08/2016).

Namun ketika reporter justisia.com mengklarifikasi mengenai SK Panita Orsenik kepada Wakil Rektor III. Dirinya mengaku belum menerimanya.

“SK Panitia Orsenik diusulkan oleh Dewan Eksekutif Mahasiwa (Dema) UIN Walisongo Semarang ke kemahasiswaan. Silahkan tanya ke Dema, saya belum menerima. Orsenik kan urusan mahasiswa,” kata Wakil Rektor III, Suparman Syukur usai menyerahkan Piala Orsenik.

Pencairan dana orsenik tingkat fakultas pun terkendala rumitnya penyusuna laporan pertanggung jawaban (LPJ).

Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, Bambang Riyanto menganggap bahwa pola laporan pertanggungjawab (LPJ) sangatlah rumit.

“Persoalan demikian menjadikan mahasiswa yang menduduki jabatan hanya pusing memikirkan bagaimana uang bisa cepat cair. Cara tersebut hanya bentuk formalitas,” terangnya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Hal itu ditampik oleh Bendahara Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo. “Kata Pak Suparman ini institusi negara. Jadi uangnya cair setelah ada laporan,” ucapnya. (j/FL)