DEMA FDK : Saya Meminta Maaf Kepada Semua Pihak

0
160
sumber ilustrasi: bobotoh.id

sumber ilustrasi: bobotoh.id
sumber ilustrasi: bobotoh.id

Permintaan maaf dari Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA-FDK), selaku pihak yang bertanggung jawab atas seluruh atlet dan suporter.

“Saya memberikan teguran kepada teman-teman FDK yang terlibat, agar tertib dan tidak ada kericuhan dihari berikutnya. Semua itu cuma euforia teman-teman FDK, tidak ada kerusuhan dan kerusakan. Saya juga mengklarifikasi dengan semua pihak dan meminta maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, (itu) hanya sekedar asap berwarna,” beber Ketua DEMA FDK, Baihaqi yang dihubungi melalui pesan singkat

Partai puncak futsal dalam rangkaian Orsenik 2016 mempertemukan antara FDK dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) berjalan dengan tensi tinggi. Laga yang di gelar di Gedung Serba Guna (GSG) di penuhi ratusan suporter dari kedua tim, Selasa, (27/09/).

Hasil akhir dengaan skor tipis 2-1 menjadi milik tim dari FDK. Selebrasi para pemain seketika meledak seiring peluit panjang tanda pentarndingan usai. Luapan bahagia juga tak luput dari para suporter, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Puluhan suporter yang berdiri di tepi tribun lansunng melompat, terjun, riang memasuki lapangan. Sorak kegembiraan dengan menyanyikan yel-yel mereka, sesekali meneriaki suporter dari pihak yang kalah dengan raut kekecewaan dari wajah mereka.

Pantauan reporter justisia.com, di tengah perayaan para suporter bersama pemain. Di tengah lapngan tiba-tiba ada kepulan asap yang membubung tinggi. Di salah satu sudut tribun penonton menyalakan flare.

Seketika seluruh isi ruangan di penuhi asap pekat beberapa orang yang di dalam berlarian keluar dengan sedikit menutup hidung mereka, namun tidak sedikit juga yang tetap bertahan di dalam gedung merayakan kegembiraan mereka.

“Sebetulnya aksi-aksi semacam ini kurang layak untuk dilakukan, terlebih di dalam gedung yang tertutup,” ujar salah seorang penonton yang tidak mau disebutkan namanya.

Banyak pihak yang menyesalkan atas insiden tersebut. Resimen Mahasiswa (MENWA) . Mereka kecewa atas tindakan. “Semestinya mereka tau mana yang pantas dan tidak untuk dilakukan,” pungkas anggota pengamanan lomba dari Resiman mahasiswa, Muhammad Syarif

.