AJI Semarang Gelar Diskusi Media Online

0
144
Khoirur Muzakky sedang menyampaikan materi pada diskusi bulanan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang yang bertema "Membuat Konten Media Online", Sabtu, (01/10)
Khoirur Muzakky sedang menyampaikan materi pada diskusi bulanan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang yang bertema "Membuat Konten Media Online", Sabtu, (01/10)
Khoirur Muzakky sedang menyampaikan materi pada diskusi bulanan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang yang bertema “Membuat Konten Media Online”, Sabtu, (01/10)

JUSTISIA.COM. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang menggelar diskusi bulanan bertajuk Membuat Konten Media Online di sekeretariat AJI Jalan Nakula II No. 5 Pendrikan, Semarang Tengah, Semarang, Sabtu, (1/09).

Pesatnya perkembangan media online menjadi kesempatan jurnalis untuk berkiprah di dunia maya. Peluang tersebut harus disikapi dengan strategi agar dapat bersaing dengan media online lain.

“Terdapat tiga strategi agar dapat bersaing. Pertama, strategi editorial kepekaan admin terhadap isu-isu yang berkembang. Kedua, strategi pasasr berupa SEO dan penulisan pada website. Ketiga, strategi teknis mengenai template yang digunakan website agar menarik pengujung,” kata Abdul Arif selaku pemateri.

Dalam membuat karya jurnalistik di media online tidak disarankan untuk memberikan judul jebakan yang membuat user penasaran sehingga mengunjunginya.

“User akan mengamati media-media yang memberi kabar hoax. Bukan mendatangkan berkah dengan datangnya visitor, melainkan ditinggalkan oleh user. Karena karya jurnalistik di media online hanya membutuhkan user yang loyal,” ucap Khoiru Zakcy selaku pemateri.

Diskusi tersebut dihadiri aktivis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi, Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat, LPM Dinamika, LPM Missi, dan santri PPTI Al-Falah Salatiga. (j/FL)