Polemik Orsenik

0
181
Badminton salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada perhelatan Orsenik tahun 2016 di Gedung Serba Guna, UIN Walisongo Semarang. (dok.Faozan)

 

Badminton salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada perhelatan Orsenik tahun 2016 di Gedung Serba Guna, UIN Walisongo Semarang. (dok.Faozan)
Badminton salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada perhelatan Orsenik tahun 2016 di Gedung Serba Guna, UIN Walisongo Semarang. (dok.Faozan)

Pelaksanaan Orsenik 26-28 September 2016 menjadi polekmik. Pasalnnya tanggal tersebut merupakan hari aktif kuliah. Suporter dan atlet yang statusnya sebagai mahasiswa baru masih enggan meninggalkan kegiatan belajar mengajar.

“Waktu sebelum pembukaan suporter yang hadir baru 4 orang. Saya kembali ke gedung perkuliahan. Ternyata tidak diliburkan, anak-anak masuk terlebih dahulu. Kemudian saya masuk ke ruang kelas untuk mengijinkan anak-anak ikut berpartisi di acara orsenik. Namanya mahasiswa baru masih takut untuk ijin,” tutur Ketua DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Syukron Makmun ketika ditemui di parkiran FEBI, Senin (26/08).

“Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor III Suparman Syukur dengan tegas Hal yang paling utama perguruan tinggi adalah kuliah. Kegiatan mahasiswa (red: orsenik) harus berjalan dan kuliah pun harus berjalan. Kedua-duanya harus bisa terlaksana dengan baik tidak boleh saling mengganggu. Saya rasa hal itu wajar,” jelas Dosen Fakultas Ushuludin dan Humaniora saat akan meninggalkan Gedung Seba Guna (GSG) UIN Walisongo.

Persoalan penentuan waktu acara yang inkonsitensi merupakan hasil dari diskusi yang dilakukan oleh Panitia Orsenik Pusat. “Terkait tanggal karena dari pihak panitia sudah ancang-ancang tanggal 23-25. Kemudian di ajukan kepada Wakil Rektor III mengusahakan 26-28. Setelah di rapatkan kembali menghasilkan keputusan pelaksanaan pada tanggal 30-2. Ternyata tanggal tersebut masing masing UKM memiliki hajat yang tidak bisa ditinggalkan. Misalnya, PSHT ada acara suronan, Walisongo Sport Club (WSC) penerimaan anggota baru, dan BKC akan melakukan sparing partner di Kendal. Akhirnya kami memilih 26-28 untuk hari pelaksanaannya,” ujar Ketua Panitia Orsenik Imam Nur Sidiq Mustaqim.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam itu mengeluhkan kekurangan personil panitia. “Kebetulan beberapa teman-teman mendampingi di fakultas baru. Ada yang di Fakultas Psikologi dan Kesehatan serta Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,” tegasnya.

Acara yang menghabiskan anggaran 90 juta itu dipandang masih kurang oleh pihak panitia. Pasalnya fakultas bertambah otomatis konsumsi dan peralatan atlet serta suporter di fakultas bertambah. “Atlit bertambah namun fasilitas masih tetap sama,” ucap pria asal Kebumen.

Berdasarkan pantauan reporter justisia.com, cabang lomba sepak bola dihapuskan dengan alasan lapangan tidak layak.” Sekarang Audit II sedang direnovasi. Jadi kita pontang-panting cari venue untuk terlaksana lombanya,” pungkas Ketua DEMA UIN Walisongo , Rizki Prasetya. (j/RL)

.