Mahasiswa Baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi melakukan aksi di depan halaman Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (25/08) (dok.justisia)
Mahasiswa Baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi melakukan aksi di depan halaman Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (25/08) (dok.justisia)
Mahasiswa Baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi melakukan aksi di depan halaman Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (25/08) (dok.justisia)

“Saya sudah mempredikasi, jawaban yang dikeluarkan seperti itu, tapi kami kecewa karena  Wakil Dekan II tak keluar menemui mahasiswa, dan tak memberikan alasan yang jelas atas ketidakhadirannya,” kata Baihaqi selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi ditemui setelah aksi di Halaman Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi. (25/08).

Gelombang demonstrasi menuntut pengkajian ulang uang kuliah tinggal  mahasiwa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).Tuntutan mereka sama dengan aksi-aksi yang terjadi di hari sebelumnya oleh  Fakultas Ushuludin dan Humaniora dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan mengenai UKT yang terlalu tinggi.

Aksi kali ini dimulai dari Masjid Walisongo berjalan kaki menuju halaman kantor Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Dalam beberapa orasi yang disampaikan secara bergantian seluruhnya menyatakan keberatan atas uang kuliah tungal (UKT) yang tinggi.

Menurut penuturan Syaiful Anam A’wan salah seorang mahasiswa baru yang Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengatakan “Dengan penghasilan  kedua orang tua yang hanya sekitar 600 an ribu rupiah per bulan. Untuk-sehari hari saja tidak cukup apalagi untuk membayar ukt yang tinggi ini tentu sangat tercekik,” ujar Mabas asal Magelang.

Setelah beberapa menit menyampaikan orasi, akhirnya para demonstran diterima oleh Wakil Dekan I, Najahan Musyafak. Dalam sambutannya menyampaikan  terimaksih, sebagai wujud kekritisan mahasiwa aspirasi terhadap hal-hal yang penting. “Aksi seperti ini kedepannya patut untuk terus dipertahankan  karena sebagai identitas mahasiswa.” ujarnya.

“Saya kesini mewakili Pak Dekan dalam rangka mendengarkan apa yang menjadi aspirasi mahasiswa semuanya. Aksi seperti ini saya apresiasi sepenuhnya namun kapasitas saya bukan sebagai memutuskan apalagi menolak,” pungkasnya. (j/MA)

 

Save

Save