Jawaban Wakil Rektor II Terkait Gejolak UKT

0
206
Salah satu aksi yang dilakukan oleh mahasiswa baru menuntut birokrasi mengkaji ulang terhadap besaran UK T(24/08). sumber : dok.justisia
Salah satu aksi mahasiswa baru menuntut birokrasi mengkaji ulang mengenai besaran UKT (24/08) dok.justisia

Wakil Rektor II UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq angkat bicara mengenai gelombang aksi mahasiswa baru yang menuntut birokrasi mengkaji ulang besaran uang kuliah tunggal (UKT).

“Sekarang  sedang proses pendataan terkait UKT oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) secara transparan. Proses ini, rektor akan mebuat Tim Valid Data yang terdiri dari dosen, PTIPD, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), kemahasiswaan, dan bagian keuangan,” ucapnya setelah menjadi pembicara dalam diskusi film “Jihad Selfi” di gedung Q Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang. (27/08)

Selain itu, pihak rektorak sedang menggarap surat keputusan (SK) terkait banding UKT yang direncanakan selesai pertengahan bulan September. SK tersebut akan diserahkan kepada Wakil Dekan II disetiap fakultas untuk dibacakan di depan mahasiswa. “SK tersebut dapat digunakan sebagai acuan pembaharuan golongan UKT bagi mahasiswa yang melakukan banding. Semoga itu terlaksana dengan tepat waktu”, terangnya.

 Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah itu mengingatkan kepada mahasiswa baru yang  nantinya mengajukan banding untuk tidak memanipulasi data. Hal tersebut akan berdampak buruk. “Manipulasi data salah satu tindak kriminal.  Pihak kampus tidak  akan segan memberikan sanksi. Uang kuliah tunggal juga akan pindah golongan,” ujarnya.

  Penerapan sistem UKT mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan administrasi di kampus. “Mahasiswa tidak ada lagi pungutan ulang. Seperti halnya praktikum dan KKN. Bilamana ada penarikan ulang maka, itu artinya pihak fakultas   tidak akurat dalam perencanaanya,” tukasnya. (j/AN)

Save

Save

Save