DEMA Fakultas Syariah dan Hukum : Kemungkinan Melakukan Aksi

0
165
Salah satu aksi yang dilakukan oleh mahasiswa baru menuntut birokrasi mengkaji ulang terhadap besaran UK T(24/08). sumber : dok.justisia

799 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan melakukan aksi di lapangan sepak bola UIN Walisongo Semarang (24/08). sumber : dok.justisia

“Ketika mahasiswa baru  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan melakukan aksi, sah-sah saja karena mahasiswa mempunyai hak untuk menyuarakan aspirasinya. Selama tidak merusak fasilitas umum. Untuk mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Hukum cukup besar animo mereka membahasas problem UKT,” tutur Arhamur Rijal, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum saat ditemui di Gedung Serba Guna (24/08).

Aksi mahasiswa baru menuntut, kebijakan ulang sangat masif. Fakultas Ushuludin dan Humaniora melakukan aksi di halam gedung Q pada pukul 10.30 (24/08). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan melakukan aksi di lapangan sepak bola UIN Walisongo pukul 14.30 (24/08). Fakultas Dakwah dan Komunikasi melakukan aksi di halaman dekanat fakultasnya (25/08).

Saat dimintai keterangan oleh reporter justisia.com mengenai sikap Fakultas Syariah dan Hukum, mahasiswa Konsentrasi Ilmu Falak menyatakan aksi dari fakultasnya masih dalam pertimbangan.” Kemungkinan melakukan aksi.  Bisa saja dikarenakan mahasiswa baru mempunyai animo yang luar biasa terhadap isu ini, ditunggu saja,”  tuturnya.

Gelombang menuntut pengkajian ulang yang cukup masif. Membuat lembaga eksekutif dan legislatif di Fakultas Syariah dan Hukum mencari solusi yang terbaik. “Kita sudah menyebar angket mengenai perolehan UKT mahasiswa baru. Kita akan betul-betul mengawal mahasiswa yang keberatan hingga mempertemukan dengan birokrasi. Tentunya hal ini dilakukan setelah kita mempunyai data yang valid,” ucap mahasiswa asal Malang itu. (j/SY).