Camat Perempuan Pertama KendaL; Belajar dari Realita Masyarakat

0
129

13000184_205989856449726_4383015717127261614_n

Pada tahun 2002 Kabupaten membuka kecamatan baru bernama Ringin Arum.  Diah Aning Sudiarti, wanita kelahiran Kendal 20 Desember 1960 ditunjuk untuk menjadi nahkoda pertama di daerah tersebut. Selain itu, dia pun menjadi camat wanita pertama di Kabupaten Kendal.

Menjadi camat menambah pengalaman baru dalam kehidupanya. “Saya kan seringnya kerja di tingkat kabupaten, waktu  jadi camat jadi sering   mengunjungi masyarakat, Kan jadi lebih dekat”, tutur wanita berkacamata saat ditemui setelah menjadi pembicara di seminar Forum Silaturahmi An-Nisa (Fosia) Fakultas Syariah & Hukum UIN Walisongo Semarang di Audit II Kampus III UIN Walisongo Semarang (18/04).

Ringin Arum salah satu daerah yang menjadi kantung tenaga kerja wanita  (TKW)  di Kendal. Menjadikan alumnus Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro mengetahui fenomena-fenomena masyarakat akar rumput. “Kejadian KDRT  secara kualitas meprihatinkan. Kejadian dikarena ibu  kerja di luar negeri, anak dan suami dikirmi banyak uang. Pengin bersenang-senang tidak ada temanya. Akhirnya senang-senang sendiri.  Anak-anaknya terbengkalai sehingga menerima tindak asusila dari orang lain” jelasnya.

Belajar dari realita masyarakat yang dipimpinnya selama 1,5 tahun di Kecamatan Ringin Arum mengenai TKW. Mengharuskan wanita yang kini menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan & Keluarga Berencana Kabupaten Kendal untuk menyadarkan dampak negatif menjadi pekerja di luar negeri. Selain ancaman dari majikan ataupun  rumah tangga yang ditinggal selama menjalankan pekerjaan.

Proses dalam karirnya  mengispirasi program-program pemberdayaan perempuan untuk mantan TKW agar mereka berwiraswasta secara mandiri. “Saat dulu masih jadi camat hanya bisa ngomong thok. Sekarang sudah bisa melaksanakan program pelatihan terhadap  mantan TKW. Mulai dari pelatihan bordir, jahit, salon, serta catering. Ini semua untuk melatih kemandirian mereka. Jadi tidak usah meninggalkan anak dan keluarga kalau kerja”, pungkasnya (j/FL)