MPR RI : Sosialisasi 4 Pilar Goes to Campus di Walisongo

0
155

pilarJustisia.com-MPR RI bersama IAIN Walisongo adakan acara Empat Pilar Goes to Campus di Audit dua kampus tiga IAIN Walisongo-Semarang. (Rabu 05/14) Acara yang bertemakan “Menegaskan sistem presidensil” ini, dihadiri oleh tiga narasumber dari masing-masing perwakilan. Lukman hakim Syaifuddin dari MPR RI, Eman Sulaiman dari IAIN Walisongo, dan Prie Gs dari perwakilan budayawan.
Menurut Lukman Hakim Syaifuddin, “Acara 4 Pilar sengaja ditujukan kepada Mahasiswa agar mendapat ide baru dari Mahasiswa, mengenai sistem presidensil di Indonesia.” Bagaimana pun mahasiswa adalah agen perubahan dan masa depan bangsa. katanya.
Prie Gs mengatakan, acara seperti ini perlu bagi para mahasiswa sebagai motivasi mahasiswa dan juga kampus sebagai media pendidik. “Karena semua harus di motivasi, agar semua mau maju.” Akunya.
Dalam pembahasanya, Mengenai sistem presidensil. Eman Sulaiman berpendat bahwa, Sistem yang digunakan pemerintahan Indonesia sebaiknya mengguanakan sistem presindensil. Namun harus sistem presidensil yang pure atau benar-benar menjalankan sistem presidensial seutuhnya, bukan dicampur-campur kebijakan sistem parlementer dalam pemunculan kebijakannya.
Sementara menurut Prie, tidak penting sistem apa yang digunakan. Pemerintahan bisa saja menggunakan sistem apa saja, bahkan tanpa sistem pun bisa, asalkan sistem yang digunakan tepat tanpa ada kecurangan di dalam sistem tersebut.
Lukman menambahkan dalam kesimpulan acara.” Sistem Indonesia boleh mengunakan apa saja. Tapi yang dihadapi pemerintahan bukan rakyat satu corak, Indonesia memiliki berbagai corak, dari budaya, pendidikan, dan ekonominya. untuk setiap kritik memang selalu ada dalam suatu kebijakan , tapi sistem yang digunakan sudah diupayakan sebaik-baiknya.” Akunya.
Lukman juga mengapresiasi mahasiswa IAIN Walisongo Semarang dalam acara yang didukung TVRI tv ini. Menurutnya, meskipun mahasiswa kental dengan image keagamaan, pengetahuan yang luas mengenai sisem pemerintahan sangat kritis, bahkan mereka sampai mengkritisi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dirasa kurang tepat. Ujarnya saat ditanya oleh tim JUSTISIA.
“Saya rasa acara sosialisasi seperti ini perlu sering dilakukan, karena acara ini cukup starategis, dan efektif. Mengingat mahasiswa adalah rakyat yang paling dekat dengan masyarakat.” Pungkas lukman. (Sory(J))