IAIN Semakin mendekati level UIN

0
136

JUM’AT – konversi IAIN walisongo untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo tampaknya sudah semakin nyata. Kemarin, jum’at 6 desemeber IAIN kembali mengadakan Seminar yang merupakan rangkaian dari beberapa seminar dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi UIN. Seminar yang diadakan di lantai lima Hotel Pandanaran ini mengusung tema “Sosialisasi Strategi Pengembangan TRI DHARMA IAIN WALISONGO BERBASIS PARADIGMA UNITY OF SCIENCES”  Pada prinsipnya visi utama yang ingin dicapai dalam konversi IAIN menjadi UIN adalah untuk pengambangan umat, karna IAIN merupakan sebuah PT yang akan menghasilakn produk – produk yang bersentuhan lagsung dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ruswan yang menjadi wakil Rektor pada saa itu mengatakan “IAIN harus berkembang, IAIN tidak boleh stagnan” karena inti dari pengembangan IAIN adalah pengembangan massyrakat. Lebih lanjut  Ruswan mengatakan dalam pengembangan IAIN menjadi UIN, ada dua hal yang menjadi target utama yaitu pengembangan mutu lulusan dan pencapaian masyarakat yang ideal.

Dewasa ini banyak sudah perguruan tinggi yang tersebar diberbagai wilayah, bahkan tidak hanya terpusat di kota saja tapi juga di kecamatan –kecamatan. Maka yang menjadi pertimbangan bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas. “dalam pengembangan IAIN menjadi UIN memang dituntut untuk menambah quota mahasiswa, namun kualitas mahasiswa juga harus diperhatikan, karna dampaknya akan langsung bersentuhan dengan masyarakat” ungkap wakil Rektor dua ini.

Seminar yang diadakan dalam kerangka “The Support Quality Iprovement of Islmaaic Higher Education Project” atas dukungan Islamic Development Bank (IsDB) tahun 2013 ini lebih menekankan pada penegasan pemahaman mengenai paradigam Wahdatul Ulum (uniy of sciences). paradigma ini menegaskan bahwa semua ilmu pada dasarnya adalah satu kesatuan yang berasal dari dan bermuara pada Allah melalui wahyu – Nya, oleh karenanya semua ilmu sudah semestinya saling berdialog dan bermuara pada satu tujuan yakni mengantarkan pengkajinya semakin dekat pada Allah.  Dalam hal strategi untuk mengimplementasikan paradigm Unity of sciences itu IAIN Walisongo memilki tiga strategi yakni humanisasi ilmu-ilmu keislaman, spiritualisasi ilmu-ilmu modern dan Revitalisasi local wisdom.

Dalam rangka menkomparasikan pemahaman antara ilmu humaniora, alam dan agama, pada seminar itu didatangkan tiga pemateri yaitu Dr. H. Muhayya, MA dosen pada Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo semarang, Dr. H. Fuad Nashori, M. Si dosen pada Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia (UII), dan Dr. Muhammad Nur, DEA dosen Universitas Diponegoro Semarang. Seminar itu dihadiri oleh 75 peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen di lingkungan IAIN Walisongo Semarang juga undangan dari luar IAIN.

Dari seminar tertsebut diharapkan agar nantinya seluruh civitas akademika di lingkungan IAIN Walisongo semarang dapat berperan aktif dan memberikan kontribusinya, sehingga IAIN Walisongo Semarnag benar – benar siap untuk menkonversikan dirinya menjadi Universitas berbasis paradigma Unity of Sciences yang akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang ensiklopedis, meguasai banyak ilmu, memandang semua ilmu sebagai satu kesatuan yang holistic dan mendialogkan semua ilmu itu menjadi senyawa yang kaya. (jutis/fitri).