Wajib Kondom Demi Hindari HIV-Aids

Wajib Kondom Demi Hindari HIV-Aids
Wajib Kondom Demi Hindari HIV-Aids
SEMARANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah serius mengkaji kajian terhadap hasil bahstul masail NU soal penggunaan kondom dalam Islam. NU berpandangan bahwa penggunaan kondom bisa mengurangi perkembangan penyakit HIV-Aids.

“Masalah utama dalam kajian terhadap kondom ini adalah kekhawatiran ulama antara prostitusi dan perzinahan itu halal atau tidak,” kata M Arja Imroni, sekretaris PWNU Jawa Tengah sekaligus menjadi nara sumber dalam diskusi Lokalisasi dan penggunaan kondom perspektif Islam di ruang sidang kantor PWNU, Jl Dr Cipto 180 Semarang, kemarin.

Arja menimpali jika sosialisasi penggunaan kondom harus dilihat terlebih dahulu tujuan penggunaannya. Penggunaan untuk melindungi istri  hukumnya boleh (mubah). “Jika penggunaan kondom sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan peredaran penyakit HIV-Aids, maka penggunaanya menjadi wajib,” timpalnya.

Dalam diskusi tersebut, Arja membuka beberapa kitab kuning yang dijadikan rujukan, yakni kitab Bughyatul Mustarsidin dan Qowa’idul Ahkam. Dalam salah satu kitab tersebut menyebut perkara-perkara mualamah hukumnya boleh.

Diskusi sendiri diselenggarakan oleh Sub Recipient (SR) PWNU Jateng. Koordinator SR , Tedi Kholiludin  mengatakan diskusi ini bagian dari pengayaan perspektif dalam melihat realitas sosial.

Selama ini, penggunaan kondom serta sosialisasi penggunaannya di lokalisasi merupakan tema yang masih dalam perdebatan. Terutama ketika didekati dari sisi agama.

“Pengayaan seperti ini penting agar cara pandang terhadap realitas sosial tidak monolitik. Bahkan dalam beberapa hal cenderung menghakimi” pungkas Tedi. (j) Nazar Nurdin