IAIN Walisongo Bangun Sistem Anti Korupsi

0
170

Pendidikan Anti KorupsiJustisia.com– Untuk mencegah praktik korupsi di lingkungan kampus, IAIN Walisongo Semarang dalam waktu dekat akan merealisasikan program-program anti korupsi. Diantaranya, pusat kajian anti korupsi, program studi atau jurusan anti korupsi, mata kuliah anti korupsi dan penyupan materi anti korupsi dalam materi perkuliahan.

Pernyataan tersebut disampaikan pembantu rektor I bidang akademik IAIN Walisongo, Dr. Musahadi HAM , belum lama ini. Musahadi menyatakan jika IAIN Walisongo sudah mencanangkan diri menjadi wilayah bebas korupsi (WBK), dan pencanangan sudah berlangsung lebih setahun. Pihaknya juga mengharapkan keberadaan WBK bisa menjadi contoh yang yang baik dalam membangun pribadi yang bersih kepada masyarakat.

“Kita ini kepingin dengan adanya simbol wilayah bebas korupsi tidak hanya simbol, tapi ada langkah konkit menuju ke arah sana. Kita coba itu dengan clean dan good governance, sehingga ke depan bisa berkontribusi terhadap masyarakat,” ungkpanya.

Soal realisasi program, pihaknya masih mengggodok formula yang tepat yang akan digunakan di IAIN Walisongo. Saat ini, tandasnya, ada empat pilihan untuk menerapkan sistem anti korupsi, salah satunya dengan pembentukan program studi dan program kajian anti korupsi.

Lebih lanjut, Musahadi manambahkan jika penanaman pengetahuan anti korupsi bisa berjalan secara strategis melalui jalur pendidikan. Selain itu, kebijakan yang akan dibangun diakuinya sejalan dengan spirit Kementerian Agama RI untuk memberantas korupsi. “Kasus-kasus korupsi al-Qur’an dan korupsi di lingkungan kementerian agama semakin membelalak mata kita, bahwa korupsi bisa dilakukan semua orang. Makanya, kita berusaha berjuang ekstra keras,” pinta Musahadi.

Sementara ini, pihak rektorat tengah menyusun draf pengajuan tersebut dan nantinya akan diajukan ke pihak senat. “Segera, kita ajukan drafnya ke senat, senat yang akan memutuskan. Alau tidak ada halangan bisa teralisasi tahun 2014,” tambahnya lagi.

Dalam rilis humas IAIN Walisongo, Rektor meminta realisasi WBK yang sudah dicanangkan tahun 2012. Realisasi program, kata Rektor, akan meredam maraknya tindak korupsi di kalangan pejabat publik. Pola pikir dan nalar pejabat publik dibentuk sejak mengenyam pendidikan terutama saat belajar di perguruan tinggi.

“Kami mencoba membenahi moral generasi muda bangsa, sehingga ke depannya nanti ketika menjadi pejabat tidak korupsi. Pendidikan anti korupsi sangat penting bagi generasi penerus bangsa,” pesannya.

Ditambahkan, pendidikan anti korupsi bagi mahasiswa penting untuk digalakkan. “Lembaga IAIN ikut prihatin terhadap maraknya tindak pidana korupsi di Tanah Air, kalo seperti ini terus bangsa kita akan hancur oleh koruptor. Kita mulai dari yang terkecil dulu, yaitu dari kampus IAIN Walisongo, lalu Kementerian Agama, hingga ke lembaga yang lebih besar seperti legislatif maupun yang lain,” tambahnya. [j] Nazar