Membangun Kebiasaan Menulis

0
110

Jurnalistik, kata yang tepat untuk menggambarkan dunia tulis menulis, pencarian berita, dan lain sebagainya. Namun, dunia jurnalistik tidaklah mendasar pada hal yang itu-itu saja. Banyak hal yang menjadi lingkup pembahasan jurnalistik. Seperti tema yg sedang diusung oleh justisia, bahwa Jurnalistik mampu merubah dunia dan juga melahirkan intelektual kritis. Salah satu cara membangun intelektual kritis yaitu dengan tulis menulis.

penulis, berarti kita memasuki dunia ketrampilan. Semakin sering seseorang menulis, maka akan menghasilkan tulisan yang berbobot. Namun, menulis itu membutuhkan proses, ketekunan, dan keuletan. Proses yang dimaksud adalah proses  untuk membangun kebiasaan menulis, berlatih, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide baru.  Latihan yang terus-menerus senantiasa diperlukan. Tidak seorangpun penulis yang terkemuka berhenti mencari cara yang baru untuk mengungkapkan ide atau gagasannya.

Menjadi penulis yang handal, tidak semudah yang kita fikirkan. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang penulis profesional. Seperti yang disampaikan oleh wadyabala Iman Fadhilah, S.HI, M.SI. dalam acara Kuliah Alternatif dan Ta’aruf Justisia kemarin (20/09/2012). Dalam menulis, kita tidak hanya dituntut untuk membuat tulisan dengan kualitas tulisan yang bagus, tetapi bagaimana cara kita untuk menjadikan sebuah tulisan itu menjadi sumber gagagasan, atau bahkan dapat menjadi sebuah ide besar.

Dalam menulis pastilah membutuhkan pengetahuan, baik pengetahuan kita tentang dunia politik, sosial, buadaya, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan pengetahuan, tidak hanya dapat diperoleh dari membaca buku, berdiskusi, atau hal-hal yang lainnya. Tetapi juga harus ada kesinambungan antara pengetahuan yang kita miliki dengan mengembangan ide-ide yang sedang menjadi persoalan aktual di tengah masyarakat.(Ica)kegiatan ta'aruf justisia